{"id":634,"date":"2025-08-09T08:30:05","date_gmt":"2025-08-09T01:30:05","guid":{"rendered":"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/?p=634"},"modified":"2025-08-09T08:30:40","modified_gmt":"2025-08-09T01:30:40","slug":"e-commerce-dan-pph-22","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/e-commerce-dan-pph-22\/","title":{"rendered":"E-Commerce dan PPh 22"},"content":{"rendered":"\n<p><a href=\"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/\">Tax Consultant Jakarta<\/a> &#8211; <strong>E-Commerce dan PPh 22, Cara Pihak Ketiga Mengelola Pajak Berdasarkan PER-15\/PJ\/2025<\/strong>. Pajak, apalagi yang berhubungan sama <strong>platform e-commerce<\/strong> atau marketplace, pasti jadi topik panas. Sejak diberlakukannya <strong>PMK 37\/2025<\/strong>, <strong>Direktorat Jenderal Pajak<\/strong> (DJP) juga nggak tinggal diam. Mereka ngeluarin <strong>Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-15\/PJ\/2025<\/strong>, yang punya aturan penting buat <strong>PPh 22<\/strong> dalam ekosistem e-commerce. Jadi, kalo lo pedagang online atau yang berkecimpung di dunia platform digital, penting banget buat ngerti gimana cara <strong>Pihak Ketiga<\/strong> (kayak marketplace) bisa ngumpulin, nyetor, nyatet, dan ngreditin PPh 22 sesuai aturan baru ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pusat Perbelanjaan Jadi Pemungut PPh 22<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Nah, di <strong>PER-15\/PJ\/2025<\/strong>, <strong>Pusat Perbelanjaan<\/strong> atau lebih sering kita sebut <strong>marketplace<\/strong> udah ditunjuk sebagai <strong>pemungut PPh 22<\/strong> buat transaksi jual beli barang di platform mereka. Ini dijelasin di Pasal 2 Ayat 1 dan 2, yang intinya, marketplace yang jadi perantara transaksi ini wajib ngumpulin dan nyetor pajaknya. Artinya, transaksi jual beli yang lo lakukan di <strong>e-commerce<\/strong> itu udah dikenakan pajak yang dikelola langsung oleh pihak yang mengoperasikan platform.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, kalo lo berbisnis lewat marketplace, pajak ini udah otomatis berlaku, dan marketplace bakal ngurusin semuanya. Pemungutan pajak ini mulai berlaku efektif bulan berikutnya setelah keputusan <strong>DJP<\/strong> diterbitkan. Nah, intinya, marketplace yang jadi perantara transaksi jual beli lo bertanggung jawab penuh atas pemungutan PPh 22.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>PPh 22 Bisa Dikreditkan oleh Penjual Online<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Sekarang, bagaimana dengan <strong>penjual online<\/strong>? Gimana mereka bisa memanfaatkan <strong>PPh 22<\/strong> yang sudah dipotong? Sesuai dengan peraturan di <strong>Pasal 9<\/strong> PER-15\/PJ\/2025, <strong>PPh 22<\/strong> yang dipungut bisa digunakan untuk beberapa hal, seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Pembayaran PPh tahun berjalan<\/strong>: Jadi, penghasilan yang lo dapet dari transaksi online ini bisa langsung dipakai buat bayar pajak lo tahun ini.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kredit pajak<\/strong>: Kalau lo udah terdaftar dengan <strong>NPWP<\/strong> atau <strong>NIK<\/strong> yang benar, dan marketplace udah ngirimkan bukti pemungutan, lo bisa mengkreditkan pajak yang udah dipotong ke laporan pajak lo.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Makanya, lo wajib banget ngirimkan <strong>NPWP<\/strong> atau <strong>NIK<\/strong> lo ke marketplace, biar mereka bisa ngasih bukti pengumpulan pajak yang valid ke DJP. Nggak hanya sekedar transaksi, tapi supaya pajak lo bisa dihitung dengan benar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bukti Pengumpulan Pajak PPh 22 dari Marketplace<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Jadi, bukti pengumpulan pajak dari marketplace itu berupa <strong>faktur elektronik<\/strong> yang diterbitkan oleh masing-masing platform e-commerce. Tentu aja, syaratnya faktur ini harus mencantumkan <strong>nama<\/strong>, <strong>NPWP<\/strong>, atau <strong>NIK<\/strong> lo. Kalo ternyata faktur nggak nyantumin semua data itu, lo bisa nambahin dokumen pendukung yang memuat informasi tentang penjual.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, penting banget buat lo yang jualan lewat marketplace buat pastiin faktur yang lo terima lengkap dan sesuai data.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>baca juga<\/p>\n\n\n<ul class=\"wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts\"><li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/masa-depan-pajak-di-indonesia\/\">Masa Depan Pajak di Indonesia<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/kesalahan-fatal-dalam-manajemen-pajak-yang-harus-dihindari\/\">Kesalahan Fatal dalam Manajemen Pajak yang Harus Dihindari<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/mengapa-perusahaan-mulai-beralih-ke-konsultan-pajak-profesional-di-2026\/\">Mengapa Perusahaan Mulai Beralih ke Konsultan Pajak Profesional di 2026<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/digitalisasi-pajak-di-indonesia-tantangan-dan-peluang-bagi-wajib-pajak\/\">Digitalisasi Pajak di Indonesia Tantangan dan Peluang bagi Wajib Pajak<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/konsultan-pajak-untuk-umkm-vs-perusahaan-besar\/\">Konsultan Pajak untuk UMKM vs Perusahaan Besar<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Batasan Waktu Pelaksanaan Pajak di Marketplace<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Aturan ini bakal berlaku satu bulan setelah marketplace ditunjuk sebagai <strong>Pihak Lain<\/strong> atau pihak ketiga yang mengumpulkan pajak. Jadi, lo punya waktu cukup buat ngecek dan nyiapin sistem administrasi lo, terutama buat pelaporan dan pembayaran pajak. Setelah marketplace dipilih oleh <strong>DJP<\/strong>, pajak ini akan berjalan efektif mulai 5 Agustus 2025.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pihak Ketiga Sebagai Pemungut PPh 22: Siapa Saja yang Bisa Jadi?<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>DJP menetapkan di <strong>Pasal 2 Ayat 1<\/strong> PER-15\/PJ\/2025, marketplace dan platform e-commerce yang bisa jadi pemungut pajak adalah yang memenuhi <a href=\"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/cara-jitu-atasi-kesalahan-suket-bphtb\/\">kriteria tertentu<\/a>. Ini berlaku baik untuk marketplace yang beroperasi <strong>di dalam negeri<\/strong> maupun <strong>di luar negeri<\/strong> selama mereka memenuhi syarat yang udah ditentukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Maka dari itu, jangan heran kalo tiba-tiba marketplace besar kayak <strong>Tokopedia<\/strong>, <strong>Bukalapak<\/strong>, atau <strong>Shopee<\/strong> ngurusin pajak lo. Mereka udah disetujui sama <strong>DJP<\/strong> buat jadi pihak yang bertanggung jawab dalam memungut PPh 22. Keputusan ini berlaku bulan berikutnya setelah DJP menerbitkan keputusan resmi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kesimpulan: Wajib Paham Pajak di Dunia E-Commerce!<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Buat lo yang berjualan lewat platform e-commerce, wajib banget buat ngerti aturan baru ini. Pemungutan pajak yang dilakukan marketplace harus dipahami dengan baik, supaya lo nggak keteteran dan bisa optimalkan kewajiban perpajakan lo. Dengan adanya <strong>PER-15\/PJ\/2025<\/strong>, DJP ngebuka jalan buat lebih memudahkan pelaporan dan pemungutan pajak di dunia digital. Namun, buat lo yang masih bingung atau butuh bantuan lebih lanjut, konsultasi sama <strong>konsultan pajak Jakarta<\/strong> bisa jadi solusi tepat buat pastiin pajak lo bener dan sesuai aturan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tax Consultant Jakarta &#8211; E-Commerce dan PPh 22, Cara Pihak Ketiga Mengelola Pajak Berdasarkan PER-15\/PJ\/2025. Pajak, apalagi yang berhubungan sama platform e-commerce atau marketplace, pasti jadi topik panas. Sejak diberlakukannya PMK 37\/2025, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) juga nggak tinggal diam. Mereka ngeluarin Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-15\/PJ\/2025, yang punya aturan penting buat PPh 22 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-634","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tax-consultant"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/634","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=634"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/634\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":635,"href":"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/634\/revisions\/635"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=634"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=634"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=634"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}