{"id":557,"date":"2025-07-22T07:51:33","date_gmt":"2025-07-22T00:51:33","guid":{"rendered":"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/?p=557"},"modified":"2025-07-22T07:51:34","modified_gmt":"2025-07-22T00:51:34","slug":"ppn-transaksi-digital-luar-negeri-kini-wajib","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/ppn-transaksi-digital-luar-negeri-kini-wajib\/","title":{"rendered":"PPN Transaksi Digital Luar Negeri Kini Wajib"},"content":{"rendered":"\n<p><a href=\"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\">Tax Consultant Jakarta<\/a> &#8211; <strong>PPN Transaksi Digital Luar Negeri Kini Wajib! Ini Fakta Perpres 68\/2025 &amp; Cara Kerjanya di Indonesia<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Wah, ada kabar baru nih buat para pelaku usaha yang terlibat dalam transaksi digital internasional! Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 68 Tahun 2025 tentang Sistem Pemungutan Pajak atas Transaksi Digital Luar Negeri (SPP-TDLN) udah resmi diterbitkan. Kalau lu merasa bingung atau belum tahu, ini kabar yang bisa banget berpengaruh pada bisnis digital lu, terutama yang berhubungan dengan transaksi lintas batas negara. Jadi, wajib banget buat lu tahu gimana cara kerja peraturan baru ini, biar nggak ada kesalahan yang bikin rugi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Apa Itu SPP-TDLN?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>SPP-TDLN adalah sistem baru yang dibentuk untuk memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas transaksi digital yang melibatkan pertukaran barang, data, atau layanan melalui internet. Selama ini, transaksi digital internasional sering kali lolos dari pemungutan pajak, karena nggak ada sistem yang efektif untuk mengaturnya. Nah, lewat peraturan ini, Indonesia mulai ngambil langkah serius buat meningkatkan penerimaan pajak dari sektor digital.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Pasal 1 Perpres No. 68 Tahun 2025, SPP-TDLN ini bakal mengatur semua transaksi digital yang dilakukan di luar negeri, yang melibatkan media elektronik seperti internet dan jaringan komputer lainnya. Jadi, kalo sebelumnya transaksi digital internasional cenderung nggak kena pajak, mulai sekarang, semua transaksi itu wajib dikenakan PPN.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tujuan Diciptakannya SPP-TDLN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>SPP-TDLN nggak cuma dibuat untuk menambah penerimaan negara aja, bro. Tujuan utama dari sistem ini adalah untuk:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Meningkatkan Efektivitas Pemungutan Pajak<\/strong>: Sistem ini diharapkan bisa bikin pemungutan pajak atas transaksi digital internasional lebih efisien dan efektif. Gak ada lagi transaksi internasional yang lolos dari pajak!<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mengembangkan Sistem Pemungutan yang Unik<\/strong>: Gimana caranya sistem ini bisa <a href=\"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/pkp-kena-denda\/\">menangani transaksi <\/a>digital lintas batas yang terus berkembang? Jawabannya ada di SPP-TDLN, yang dirancang khusus buat itu.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Meningkatkan Kepatuhan Wajib Pajak<\/strong>: Dengan adanya sistem ini, diharapkan makin banyak pelaku transaksi digital internasional yang patuh terhadap kewajiban pajaknya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Meningkatkan Pendapatan Negara<\/strong>: Gak cuma nambah uang buat negara, tapi juga menyederhanakan cara pemungutan pajaknya, bikin prosesnya lebih mudah dan praktis.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><strong>Siapa yang Mengelola SPP-TDLN?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Implementasi dari SPP-TDLN ini ditangani oleh PT Jalin Pembayaran Nusantara, anak perusahaan BUMN yang bergerak di sektor teknologi layanan keuangan dan sistem pembayaran. PT Jalin punya peran besar dalam mengembangkan dan mengoperasikan sistem pemungutan pajak digital ini, berdasarkan Pasal 3 ayat (1) dan (2) Perpres 68\/2025.<\/p>\n\n\n\n<p>Kenapa PT Jalin? Ya, karena mereka memiliki teknologi yang tepat untuk menjalankan sistem pemungutan pajak ini. Selain itu, mereka juga sudah punya sistem yang bisa langsung diakses untuk menjalankan SPP-TDLN dengan aman dan efisien. Tanpa teknologi yang pas, nggak mungkin SPP-TDLN ini bisa jalan lancar.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>baca juga<\/p>\n\n\n<ul class=\"wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts\"><li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/masa-depan-pajak-di-indonesia\/\">Masa Depan Pajak di Indonesia<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/kesalahan-fatal-dalam-manajemen-pajak-yang-harus-dihindari\/\">Kesalahan Fatal dalam Manajemen Pajak yang Harus Dihindari<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/mengapa-perusahaan-mulai-beralih-ke-konsultan-pajak-profesional-di-2026\/\">Mengapa Perusahaan Mulai Beralih ke Konsultan Pajak Profesional di 2026<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/digitalisasi-pajak-di-indonesia-tantangan-dan-peluang-bagi-wajib-pajak\/\">Digitalisasi Pajak di Indonesia Tantangan dan Peluang bagi Wajib Pajak<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/konsultan-pajak-untuk-umkm-vs-perusahaan-besar\/\">Konsultan Pajak untuk UMKM vs Perusahaan Besar<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tanggung Jawab PT Jalin Pembayaran Nusantara<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>PT Jalin Pembayaran Nusantara punya banyak tanggung jawab dalam implementasi SPP-TDLN. Berikut adalah beberapa di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Pengujian Sistem (Sandboxing)<\/strong>: PT Jalin harus melakukan uji coba untuk memastikan teknologi yang digunakan sudah siap dan memenuhi syarat administratif yang dibutuhkan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Keandalan Sistem<\/strong>: Mereka juga harus memastikan bahwa sistem yang mereka bangun bisa berfungsi dengan baik dalam pemungutan PPN dari transaksi digital internasional. Keandalan sistem ini sangat penting, bro, buat memastikan transaksi pajak berjalan dengan lancar.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Keamanan Data<\/strong>: Gak cuma soal teknologi, PT Jalin juga harus menjaga keamanan sistem, terutama data dan informasi terkait transaksi pajak. Data yang bocor bisa berisiko besar.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pemeliharaan Sistem<\/strong>: Mereka juga bertanggung jawab atas pemeliharaan dan pengoperasian sistem ini secara berkelanjutan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kepatuhan terhadap Hukum<\/strong>: PT Jalin harus mematuhi semua aturan hukum dan petunjuk operasional yang ditetapkan pemerintah.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><strong>Kompensasi untuk Administrator SPP-TDLN<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Nah, meskipun PT Jalin bertanggung jawab atas pengelolaan SPP-TDLN, mereka juga bakal menerima kompensasi atas tugas ini. Uang yang terkumpul dari pemungutan PPN lewat sistem ini akan masuk ke kas negara. Kompensasi untuk PT Jalin bakal dihitung berdasarkan hasil pengumpulan pajak yang dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Penting juga untuk dicatat bahwa pemerintah bakal mengusulkan jumlah kompensasi yang pantas, dan Menteri yang ditunjuk akan memutuskan besaran kompensasi itu. Jadi, sistem ini nggak cuma menguntungkan negara, tapi juga memberikan insentif kepada PT Jalin yang udah bekerja keras untuk implementasi sistem ini.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Bagaimana Cara Kerja SPP-TDLN di Indonesia?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, gimana cara sistem ini bekerja? Gini bro, ketika ada transaksi digital yang melibatkan barang, data, atau layanan yang dipertukarkan lewat internet, PT Jalin Pembayaran Nusantara bakal memungut PPN dari transaksi tersebut. Pajak yang dipungut ini kemudian akan disetorkan ke kas negara sebagai pendapatan negara.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, kalau lu beli software dari luar negeri atau bayar untuk layanan streaming internasional, transaksi itu bakal dikenakan PPN, yang jumlahnya sesuai dengan tarif pajak yang berlaku di Indonesia. Semua ini bakal diatur dan dipantau oleh PT Jalin lewat SPP-TDLN.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Perpres No. 68 Tahun 2025 tentang SPP-TDLN ini adalah langkah besar Indonesia dalam mengoptimalkan pemungutan pajak atas transaksi digital internasional. Sistem ini nggak cuma akan meningkatkan penerimaan negara, tapi juga mempermudah pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban pajaknya. Jadi, buat lu yang sering terlibat dalam transaksi digital lintas negara, pastiin lu ngerti aturan baru ini, biar bisnis lu tetap lancar tanpa masalah pajak. Kalau lu merasa kesulitan, nggak ada salahnya untuk konsultasi dengan Konsultan Pajak Jakarta buat membantu urusan pajak lu.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tax Consultant Jakarta &#8211; PPN Transaksi Digital Luar Negeri Kini Wajib! Ini Fakta Perpres 68\/2025 &amp; Cara Kerjanya di Indonesia Wah, ada kabar baru nih buat para pelaku usaha yang terlibat dalam transaksi digital internasional! Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 68 Tahun 2025 tentang Sistem Pemungutan Pajak atas Transaksi Digital Luar Negeri (SPP-TDLN) udah resmi diterbitkan. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-557","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tax-consultant"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/557","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=557"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/557\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":559,"href":"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/557\/revisions\/559"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=557"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=557"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=557"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}