{"id":348,"date":"2025-04-18T17:57:49","date_gmt":"2025-04-18T10:57:49","guid":{"rendered":"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/?p=348"},"modified":"2025-04-18T17:57:50","modified_gmt":"2025-04-18T10:57:50","slug":"dividen-bebas-pajak-beneran-bisa-nih-asal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/dividen-bebas-pajak-beneran-bisa-nih-asal\/","title":{"rendered":"Dividen Bebas Pajak? Beneran Bisa Nih, Asal&#8230;"},"content":{"rendered":"\n<p><a href=\"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\">https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting<\/a> Dividen Bebas Pajak? Beneran Bisa Nih, Asal&#8230; Namanya Saka, 28 tahun, mantan karyawan kantoran yang sekarang banting setir jadi investor saham full time. Awalnya sih cuma iseng belajar di YouTube, nyoba-nyoba beli saham blue chip, lalu pelan-pelan berani nyemplung lebih dalam. Dua tahun terakhir, Saka udah punya portofolio yang lumayan\u2014terutama karena rajin nabung di saham-saham yang rutin bagi dividen.<\/p>\n\n\n\n<p>Suatu pagi di akhir Maret, Saka lagi rebahan santai sambil scroll X (dulu Twitter) ketika matanya tertumbuk di postingan DJP: \u201cDividen dari dalam dan luar negeri bisa bebas pajak, asal dilaporkan realisasi investasinya!\u201d Saka langsung duduk tegak.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cEh? Maksudnya gimana tuh? Bebas pajak?\u201d gumamnya sambil mulai nge-googling.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari berbagai artikel yang dibacanya, ternyata memang bener. Pemerintah kasih insentif buat wajib pajak orang pribadi dan badan biar dividen yang mereka terima bisa bebas dari pajak penghasilan alias PPh. Tapi&#8230; ada tapinya. Nggak semua dividen otomatis bebas pajak. Ada syarat utama: duitnya harus diinvestasikan lagi di Indonesia, dan lapor realisasi investasinya ke DJP via Coretax. Saka makin penasaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Saka pun langsung nelpon temannya, Alin, yang kerja sebagai konsultan pajak di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cLin, lu lagi sibuk nggak? Gue mau nanya soal dividen bebas pajak,\u201d kata Saka.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDividen dari mana nih? Dalam negeri apa luar?\u201d jawab Alin.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDua-duanya sih. Tahun lalu gue dapet dividen dari beberapa saham Indonesia, terus gue juga dapet bagi hasil dari investasi reksadana luar negeri.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cNah, cocok banget. Sekarang ada PMK 81 Tahun 2024. Intinya, dividen dari dalam maupun luar negeri bisa bebas PPh, asal duitnya balik ditanam lagi di Indonesia dan lu lapor via Coretax. Tapi laporannya harus tiap tahun loh, maksimal selama 3 tahun.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Saka mulai buka laptop dan ngelihat dashboard Coretax. \u201cOke, tapi gue harus lapor kayak gimana sih?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSimple kok. Buka menu \u2018Administrasi Pajak\u2019 terus pilih \u2018Permohonan Baru\u2019, terus isi data soal dividen yang lu terima dan investasi ulangnya. Nanti kalau udah submit dan diterima, arsip digitalnya bisa lu simpan buat bukti lapor.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cOke noted. Tapi&#8230; Kalau gue nggak lapor, bakal gimana?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cYa kena PPh dong. Kalau dari dalam negeri, lu bakal dikenain PPh final 10%. Kalau dari luar negeri, bisa kena tarif umum sesuai UU PPh Pasal 17. Apalagi kalau telat lapor, bisa kena sanksi administratif juga.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Saka pun mulai panik. \u201cYa ampun, kemarin udah 30 Maret! Deadline-nya 31 Maret kan buat WP pribadi?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cYap. Dan <a href=\"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/lupa-efin-badan\/\">WP badan<\/a> deadline-nya 30 April. Kalau udah mepet gini, buru-buru aja submit. Atau kalau takut ribet, bisa gue bantu sih. Tapi next time, jangan mepet-mepet dong, Sak,\u201d kata Alin sambil ketawa.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>baca juga<\/p>\n\n\n<ul class=\"wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts\"><li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/masa-depan-pajak-di-indonesia\/\">Masa Depan Pajak di Indonesia<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/kesalahan-fatal-dalam-manajemen-pajak-yang-harus-dihindari\/\">Kesalahan Fatal dalam Manajemen Pajak yang Harus Dihindari<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/mengapa-perusahaan-mulai-beralih-ke-konsultan-pajak-profesional-di-2026\/\">Mengapa Perusahaan Mulai Beralih ke Konsultan Pajak Profesional di 2026<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/digitalisasi-pajak-di-indonesia-tantangan-dan-peluang-bagi-wajib-pajak\/\">Digitalisasi Pajak di Indonesia Tantangan dan Peluang bagi Wajib Pajak<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/konsultan-pajak-untuk-umkm-vs-perusahaan-besar\/\">Konsultan Pajak untuk UMKM vs Perusahaan Besar<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Setelah telepon selesai, Saka langsung mulai isi semua datanya. Dividen dari saham dalam negeri yang udah dia terima tahun lalu nilainya lumayan. Sebagian besar memang dia putar lagi buat beli saham dan obligasi, jadi sebenarnya udah masuk kriteria investasi ulang. Tapi dia baru tahu kalau itu harus dilaporkan secara formal ke DJP.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam proses pengisian, Saka harus input beberapa informasi: tanggal terima dividen, sumber penghasilan, bentuk dan nilai investasi ulangnya, plus dokumen pendukung seperti bukti transfer dan penempatan dana. Untungnya semua arsip digitalnya udah dia simpan rapi di Google Drive.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cFiuh&#8230; capek juga ya,\u201d kata Saka setelah akhirnya klik tombol submit.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa hari kemudian, email notifikasi masuk dari DJP yang bilang kalau laporan realisasi investasinya udah diterima. Saka pun merasa lega.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa minggu setelah itu, Saka ketemuan lagi sama Alin di kafe langganan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cGimana, laporan lancar?\u201d tanya Alin.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cLancar. Tapi gue jadi mikir deh. Ini kebijakan sebenarnya buat apa sih?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Alin ngangguk. \u201cSebenarnya biar duit investor Indonesia, apalagi yang dapet dividen dari luar negeri, balik lagi ke dalam negeri. Jadi bisa bantu putaran ekonomi. Kalau semua orang malah taruh duit di luar dan nggak balik lagi, negara bisa rugi banyak.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Saka manggut-manggut. \u201cMakes sense sih. Dan gue juga jadi lebih aware soal pajak. Ternyata dengan patuh lapor, gue malah bisa dapet insentif.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cExactly. Makanya jangan males baca berita pajak, bro. Lumayan kan daripada harus bayar 10% PPh final, mending dilaporin, gratis!\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka berdua pun ketawa. Saka bertekad, tahun depan dia nggak bakal mepet-mepet lagi. Bahkan, dia udah minta Alin buat bantu atur reminder laporan pajaknya tiap awal Maret.<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi ada satu pertanyaan terakhir yang masih mengganggu pikiran Saka.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cEh Lin, kalo misalnya gue invest ulangnya ke emas digital, itu masuk kategori investasi sah nggak sih?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMasuk kok. Di PMK 18 Tahun 2021 disebutkan, bentuk investasinya bisa berupa surat berharga negara, saham, reksa dana, emas, properti, dan instrumen keuangan lain yang diakui. Asal jelas penempatannya dan bisa dibuktikan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Saka pun akhirnya merasa aman. Ternyata nggak sesulit yang dia kira. Yang penting rajin dokumentasi, patuh aturan, dan kalau bisa&#8230; punya teman konsultan pajak.<\/p>\n\n\n\n<p>Malamnya, Saka upload story di Instagram: \u201cDividen bisa bebas pajak? Bisa dong. Lapor realisasi investasinya ya. Jangan ngaku investor kalau males urus pajak.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Di caption-nya, dia nulis, \u201cThanks to @alintaxconsulting. Pajak jadi nggak ribet.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Dan seperti biasa, story itu langsung dibanjiri reply. Ternyata bukan cuma Saka yang clueless soal aturan ini. Banyak teman-temannya yang juga baru tahu dan minta tips lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n<p>Saka pun sadar, edukasi pajak itu penting. Dan siapa tahu, dari investor saham dia bisa jadi&#8230; influencer pajak?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting Dividen Bebas Pajak? Beneran Bisa Nih, Asal&#8230; Namanya Saka, 28 tahun, mantan karyawan kantoran yang sekarang banting setir jadi investor saham full time. Awalnya sih cuma iseng belajar di YouTube, nyoba-nyoba beli saham blue chip, lalu pelan-pelan berani nyemplung lebih dalam. Dua tahun terakhir, Saka udah punya portofolio yang lumayan\u2014terutama karena rajin nabung di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-348","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tax-consultant"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/348","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=348"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/348\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":349,"href":"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/348\/revisions\/349"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=348"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=348"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/provisio-id.com\/provisioconsulting\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=348"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}